Salah satu ciri dari cryptocurrency atau mata uang kripto yaitu volatilitas yang tinggi. Itu berarti, mata uang ini memiliki kecenderungan mengalami perubahan nilai secara signifikan dalam waktu yang terbilang singkat.
Segi positif dari ciri tersebut adalah adanya kemungkinan memperoleh untung yang besar ketika bertemu dengan timing yang tepat. Di sisi lain, volatilitas ini bisa membuat kamu mengalami kerugian yang tidak bisa kamu duga. Karena itulah, stablecoin diciptakan dalam pasar mata uang kripto. Apasih, arti stablecoin ini? Dan juga apa bedanya koin ini dengan koin kripto biasa?
Apa Itu Stablecoin?
Dilansir dari Forbes, stablecoin ialah salah satu jenis cryptocurrency yang diciptakan untuk mampu mempertahankan harga secara stabil dari waktu ke waktu. Pengertian ini tentu tidak sejalan dengan ciri utama mata uang kripto yang telah disebutkan di atas. Tetapi, stablecoin dapat stabil karena ia “diikatkan” atau dikaitkan dengan harga aset lain.
Menurut para ahli, mata uang kripto jenis ini bertujuan untuk menawarkan semua manfaat kripto bersamaan dengan menekan tingkat volatilitasnya yang tinggi. Salah satu manfaatnya, seperti yang dikatakan CEO Modulus Global di dalam laman Forbes, yaitu kesempatan untuk menyimpan nilai tabungan atau harta investor ke dalam aset yang dikaitkan pada nilai mata uang yang lebih stabil. Manfaat mata uang kripto lainnya yang juga diberikan stablecoin yaitu transfer yang bisa dilakukan secara instan serta biaya administrasi yang rendah.
Jenis-jenis Stablecoin
Agar bisa tetap stabil, stablecoin bekerja dengan memanfaatkan mekanisme kerja aset-aset yang ia “ikati”. Beberapa contoh aset yang "diikati" tersebut meliputi mata uang fiat seperti dolar AS, komoditas fisik seperti emas, algoritma, hingga mata uang kripto lainnya.
1. Fiat-backed stablecoin
Fiat-backed stablecoin yaitu mata uang kripto yang dijamin oleh mata uang fiat seperti dolar AS. Artinya, setiap token stablecoin yang beredar mempunyai cadangan 1 dolar AS; baik dalam bentuk tunai ataupun setara tunai. Menurut laman Cointelegraph, cadangan stablecoin jenis ini akan dikelola oleh entitas pusat yang mengaudit dana secara rutin dan juga bekerja sama dengan pihak regulator untuk memastikan bahwa entitas yang memegang cadangan stablecoin tetap patuh terhadap regulasi. Jadi, jika kamu mau membeli stablecoin jenis ini langsung dari penerbitnya, kamu harus melalui pemeriksaan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) atau setingkatnya yang ada di pasar.
2. Commodity-backed stablecoin
Jenis stablecoin yang satu ini yaitu mata uang kripto yang dijamin oleh komoditas berbasis blockchain serta didukung oleh cadangan koin kripto yang dipegang oleh entitas pusat. Contoh komoditas yang digunakan pada jenis stablecoin yang satu ini adalah logam mulia seperti emas, minyak, ataupun real estate (lahan atau tanah). Jadi, satu token stablecoin ini punya nilai yang setara dengan satu komoditas barang yang menjaminnya.
3. Algorithmic stablecoin
Alih-alih dijamin oleh instrumen aset seperti dua contoh di atas, jenis stablecoin yang ini justru mengandalkan algoritma kompleks untuk tetap menjaga kestabilan harganya dari waktu ke waktu. Kontrak pintar (smart contract) berbasis teknologi ini dapat menyeimbangkan dana yang disimpan dalam blockchain melalui kontrol di tingkat permintaan dan penawaran di pasar. Menurut Cointelegraph, algorithmic stablecoin ini bertindak sebagai bank sentral nyata, yang mempertahankan tingkat nilai mata uang di pasar.
4. Cryptocurrency-backed stablecoin
Jenis terakhir dari stablecoin adalah cryptocurrency-backed stablecoin yang memanfaatkan mata uang kripto yang lain sebagai penjamin stablecoin ini. Stablecoin yang satu ini umumnya dikeluarkan untuk melacak harga uang kripto yang mendukungnya ataupun harga mata uang fiat. Contoh pertama yaitu Wrapped Bitcoin (WBTC), stablecoin ini dijamin oleh Bitcoin namun diterbitkan dalam blockchain Ethereum. Contoh kedua yaitu mekanisme penyeimbang pada blockchain guna melacak mata uang fiat. Jenis stablecoin satu ini biasanya memiliki jaminan yang lebih besar daripada nilai token yang sesungguhnya, yang bertujuan untuk mempertahankan tingkat nilai mata uang di pasar.
Itulah tadi ulasan mengenai apa itu stablecoin serta jenis-jenisnya. Berdasarkan penjelasan tadi, perbedaan stablecoin dibandingkan dengan koin-koin kripto lainnya terdapat pada mekanisme kerjanya di pasar. Jika koin kripto yang pada umumnya bergerak berdasarkan permintaan, penawaran, dan juga faktor-faktor lainnya, maka kripto jenis stablecoin akan bergerak mengikuti aset yang “mengikatnya” atau menjaminnya.
Jika kamu tertarik untuk memiliki koin kripto jenis ini, kamu bisa membeli Tether (USDT), USD Coin (USDC), Dai (DAI), Binance USD (BUSD), Pax Dollar (USDP), atau sejumlah stablecoin lain yang sudah tersedia di pasar.
